Margarine : berasal dari minyak nabati yang dipadatkan. Minyak nabati mengandung lemak baik (asam lemak tak jenuh) tetapi setelah berubah bentuk menjadi margarine , lemaknya berubah menjadi lemak jenuh. Sementara dalam pembuatannya , minyak sayur diekstraksi secara kimiawi sehingga margarine juga mengandung lemak trans.Teksturlebih kaku dibandingkan mentega, tidak mudah meleleh, warna lebih kuning dari mentega.
Mentega : berasal dari lemak hewani (susu). Tentu saja juga mengandung lemak jenuh.Tekstur mentega
sangat lembut di suhu ruang, wangi susu, mudah meleleh di suhu hangat. Warnanya kuning pucat (lebih muda dari margarin).
Margarin dibuat dari minyak goreng, misalnya minyak kelapa, yang dipadatkan. Produk margarin ada 2 jenis, yakni (1) Margarin meja, yang plastis dan mudah dioleskan (banyak orang menggunakannya untuk olesan roti tawar, menumis, campuran membuat cake), (2) Margarin padat alias "mentega putih", jenis margarin padat untuk kue/roti. Biasanya disebut juga shortening atau pastry margarine.
Mentega dibuat dari lemak susu sapi.
Margarin berlimpah dengan kandungan lemak trans, jenis lemak jahat yang memicu naiknya kadar trigliserida, sehingga meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung. Dalam pola makan sehat alami, termasuk Food Combining, margarin disarankan dihindari. Lebih disarankan menggunakan bahan aslinya, yakni minyak goreng, dalam jumlah tidak berlebihan.
Mentega kaya lemak jenuh, yang mudah menaikkan kadar kolesterol darah, apalagi jika dikonsumsi berlebihan dan sering. Disarankan membatasi konsumsi mentega.
Anda bisa membedakan produk margarin atau mentega di pasaran dari nama jenis di labelnya. Kalau margarin, dituliskan *margarine*. Kalau itu mentega, pasti disebutkan sebagai *butter*
Property of the week
9 years ago






0 comments:
Post a Comment